Guru

May 9, 2007 sussyas

Guru, ilmumu bagai matahari diufuk timur
Namun takkan hilang meski kau diufuk barat
Meski kau dilupakan,
Namun apa yang kau ukir tetap abadi
Menjadi prasasti hati yang dibawa sampai nanti

puisi ini untuk almarhum bapakku yang seorang guru,
Ya Allah sampaikan rindu kalbuku untuk ayah dan bundaku disurga
Jazakallahu bil jannah

Entry Filed under: Puisiku

2 Comments Add your own

  • 1. Riki Rahadian  |  May 10, 2007 at 2:53 am

    Sekedar konfirmasi, umat islam yg telah meninggal berada di alam kubur sbg tempat transisi sampai datang hari kiamat nanti untuk dihisab yg menentukan seseorang masuk surga ato neraka. Hanya kebiasaan umat kristiani yg meyakini orang meninggal langsung masuk surga. Semoga kedua orang tua bu susi diberi kelapangan dan kebahagian di alam kubur, amin. txs

  • 2. sussyas  |  May 10, 2007 at 8:22 am

    ki, berpikir positif kepada Allah adalah salah satu cara untuk mendapatkan tiket masuk surga, saya hanya berpikir positif insya Allah, Allah membalas kebaikan orang tua saya dan sebagai anak harapan saya adalah orang tua saya masuk surga, amin… (hiks..hiks)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: