SELINGKUH OUPSSS …. !

May 2, 2007 sussyas

Maaf saya bukan mau promosiin buku ini, tapi saya hanya ingin
Merekomendasikan untuk membaca buku ini , memang kedengarannya sepele, ngapain juga baca buku yang kayanya ga ada gunanya !!!, tapi hmmm.. sesungguhnya berguna banget untuk siapa saja yang ingin membangun madrasah cinta dan surga kecil diatas kesetiaan, karena sesungguhnya setia itu indah, karena sesungguhnya Allah maha setia kepada umatnya.

Buku ini menceritakan pengalamannya seputar perselingkuhan yang
dilakukan berakhir dengan PENYESALAN, jadi……buat yang sedang atau baru mulai atau baru kepikiran mau selingkuh STOP saja !!!!!….jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak………yang menjadi sebuah inti hidup adalah “HATI”, hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih…..CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya………Tersentuhkah hati anda?kalau Ya, artinya anda masih mempunyai HATI (heheh) Pengalaman orang lain dapat menjadi hikmah bagi kita…. dan jangan sampai kesalahan orang lain kita ulangi juga……….

Untuk kaum hawa sesungguhnya tempat yang terindah untuk istri soleha adalah rumah, tapi bagaimana caranya ketika kita dituntut untuk berniaga seperti kaum adam, berkumpul dan bergaul dengan banyak laki-laki, maka jadikan tempat berkerja sebagai ladang ibadah, punya keterbatasan terhadap teman laki-laki jangan mengundang untuk membuka jalan terjadinya perselingkuhan seperti pergi berdua-duaan yg bukan urusan pekerjaan atau curhat yang berlebihan, makan siang berdua duan, merasa lebih dari pasangan teman pria kita, alah gubrak itu mah kegenitan aja kali yee, hehhe…

Mari berpikir Rasional, terima apa adanya pasangan kita, berpikir tetang buah hati, jangan ada yg terluka karena nafsu…

Maaf untuk yg tidak berkenan, karena sesungguhnya saling mengingatkan adalah bijaksana…
Ketika kita diingatkan sekarang mungkin akan merasa marah…., Kesal…
Tapi InsyaAllah saya yakin sekali suatu saat kita akan merasa bersyukur…
Please deh ah SETIA, sesungguhnya setia itu tidak sulit, dan setia itu INDAH……
Berbanggalah yang memiliki kesetiaan….

SELINGKUH OUPSSS …. !

S I N O P S I S
Buku ini tidak hanya mengajak anda mengenali tanda-tanda selingkuh sejak dini
dan cara keluar dari jeratannya, tetapi sekaligus memberikan makna baru
Antara cinta dan keluarga.

”Rab … terimakasih, cinta diantara kami
Izinkan aq merawatnya.

Uups … Selingkuh !


Jatuh cinta, oh indahnya, akan tetapi apa jadinya, jika kita — yang sudah bersuami bahkan punya anak jatuh cinta dengan pria lain ?

Jatuh cinta dengan pria itu, membuat saya menemukan dunia baru. Saya merasa cantik, seperti bunga yang baru mekar. Dan tiba-tiba muncul bisikan entah darimana. saya ingin agar pria itu terus mengagumi saya, mengguyur saya dengan perhatian dan pujian (Arlinda, wartawan, 34 tahun)

Aku si ”Tegar” menggendong perkawinan yang rapuh di pundak, bertemu dia, si multi fungsi. Dari sekedar kenalan sebagai sesama aktivis, bergeser menjadi tempat mengadu dan berkeluh kesah, Aku sampai lupa dengan reputasi dia sebagai penakluk wanita. Setelah sadarpun aku sudah tidak bisa berpikir jernih untuk menjauh. Aku terlanjur terbiasa dan merasa nyaman. (Dyah Ayu, 33 Tahun, Pekerja Kemanusiaan)

Para pria itu mencoba-coba mendekati saya. Mereka sudah memiliki pasangan. Bahkan mereka tahu bahwa saya sudah bersuami. Perasaan saya antara rasa ingin marah, jengkel, tapi juga penasaran, ingin tahu seberapa berani mereka bermain-main.
(Ratna Medina, 35 Tahun Pengacara)

Apakah keakraban ini selingkuh ?”Mengapa saya tak setia ?” Apakah cinta saya kepada suami sudah habis ?” Apakah suami masih menghargai saya ?” Apa sekarang yang ada dalam benak suami tentang saya ?” Apakah hubungan saya dan suami akan berakhir ?”

Buku ini mengajak kita merenungkan lebih jauh makna cinta sejati dan makna cobaan dalam perkawinan. Pengalaman yang diungkapkan dengan jujur oleh sepuluh teman perempuan dalam buku ini niscaya menjadi pelajaran mahal buat semua.

JIka Anda adalah istri, suami, calon istri, calon suami … bacalah buku ini.
Waspadalah selingkuh adalah virus ! Bisa menimpa siapa saja !

Perkawinan Kita Awal Mula

Bertahun silam, seorang sahabat bercerita kepada saya tentang sebuah masalah pribadi yang pelik. Air mata berderai, Ia Kalut, panik, dan bingung. Ia jatuh cinta, dengan seorang rekan sekerja. Ia selingkuh. Usai bercerita, saya memborbardirnya dengan banyak pertanyaan. Apakah kamu sudah tidak cinta dengan si Mas ? kenapa kamu tidak setia ? Apa kamu tidak ingat sejarah kalian dulu ? Apakah kamu lupa sudah punya anak ? Pertanyaan-pertanyaan itu hanya dijawab dengan diam.

Ketika itu saya pengantin baru tidak bisa berempati dengan masalahnya. Bagi saya hanya ada satu pendapat bahwa teman saya itu salah karena sudah tidak setia. Jadi respon saya ketika itu adalah memarahinya habis-habisan.

Saya sudah lupa dengan peristiwa itu, ketika beberapa tahun sesudahnya, teman saya yang lain datang dengan masalah yang sama … mungkin karena saya sudah bertambah umur, saya lebih sabar mendengarkan dan tidak cepat gusar. Teman yang ini juga tidak bisa menjawab pertanyaan seputar mengapa selingkuh.

Tak berselang lama, kawan yang lain lagi menghadapi masalah yang sama, semua curahan hati mereka ini membuat saya berpikir, tampaknya ini bukan suatu kebetulan yang sepele. Kasus yang sama terjadi pada banyak perempuan bersuami. Apa itu semua ? pikir saya.

Pertanyaan tentang kesetiaan, cinta sejati, makna perkawinan dan sejenisnya berkecamuk di benak saya. Saya terpaksa berkesimpulan bahwa perselingkuhan adalah masalah yang bukan mustahil muncul dalam kehidupan perkawinan siapa saja. Saya risau saya bertanya-tanya ?
Mungkinkah esok terjadi ke saya ?

Saya kemudian sibuk bertanya kepada beberapa kenalan yang berusia jauh di atas saya yang sudah berumah tangga belasan bahkan berpuluh tahun Jawabnya :”ya perselingkuhan mungkin terjadi terhadap siapa saja, ketika saya bertanya : mengapa ? Sahabat saya yang sudah berusia diatas 60 tahun itu menjawab : ”BUkan mengapanya, yang paling penting adalah bagaimana mengatasi dan menyelamatkan cintanya, bila masih ada cinta diantara pasangan suami istri, biasanya masalah bisa diatasi.”

Percakapan ini menjadi inspirasi bagi saya, untuk menyusun sebuah buku yang berisi pengalaman para perempuan dan pasangannya menyelamatkan cinta dan memulihkan perkawinan. Saya ingin berbicara kepada teman-teman perempuan dimanapun berada, yang mungkin sedang dirundung masalah seperti saya tulis dalam buku ini.

Saya mengajak pembaca semua merenung tentang cinta, tentang perkawinan, tentang tugas besar sebagai orang tua.

Saya mengidamkan sebuah perkawinan yang langgeng, yang penuh cinta, yang hangat. Sebuah perasaan yang hadir ketika hati diliputi cinta dengan calon suami, ketika akad perkawinan diucapkan. Saya sedih mendapati sahabat ataupun kenalan saya mengakhiri perkawinannya. Sekalipun tidak ada yang abadi di atas muka bumi ini. Saya percaya bahwa perkawinan harus ”dijaga”

Alangkah indahnya bila setiap pasangan senantiasa mampu menerjemahkan cinta mereka dalam sebuah perkawinan yang makin dewasa. Bahagianya anak-anak yang lahir di dalamnya. Alangkah nyaman kebersamaan suami dan istri, dalam bingkai kehidupan yang ibadah, dalam sebuah tugas kekhalifahan di muka bumi. Mari kita selamatkan perkawinan kita.

Bagaimana buku ini disusun

Proses penulisan buku ini cukup lamban dan mustahil selesai disusun. seandainya sahabat saya, DIen tidak gigih mencari kasus. Untuk keperluan pengumpulan kasus dan menuliskannya, dibutuhkan waktu berbulan-bulan. Dien dan saya menghubungi kawan lama, teman kuliah, teman kerja dan kenalan-kenalan. Secara berantai kami menelisik dan mencari siapa-siapa yang berkenan menjadi konstributor.

Sebelum mulai menyadap kisah hidup para konstributor ini, terlebih dahulu mereka harus diyakinkan (dan dijamin),bahwa dalam buku ini mereka anonim, Identitas diri disamarkan secara total, demikian pula dengan data-data seperti nama kota. Buku ini bukan mau menampilkan siapa ? melainkan apa dan mengapa terjadi. Kami juga harus memotivasi para konstributor bahwa apa yang menimpa mereka akan menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.

Sebelum bisa bertutur secara sistematis mereka harus mengalahkan rasa malu, rasa terluka, dan rasa bersalah. Bagaimana tidak mereka merasa seperti sedang membuka aib diri.

Saya sangat berterimakasih kepada seluruh para konstributor atas kerelaannya berbagi
Sekaligus mohon maaf yang sebesarnya bahwa upaya membukukan pengalaman sejati mereka yang memang privat, seperti mengorak-ngorek luka lama yang bahkan sudah ditimbun bertahun-tahun.
Seluruh proses ini membuat saya secara emosi cukup terlibat.

Penggalan Cerita I

The Instruder
Aku ingin tetap bersama suami dan anakku , tapi aku cinta pria itu …” jawab saya lirih

”Semua yang ia lakukan membuat saya tahu bagaimana ia begitu mencintai saya dan tak ingin kehilangan saya. Hal itu membuat saya meresa istimewa dan berarti. Saya merasa dibutuhkan, merasa tersanjung dan dihargai. Cinta suami dalam bentuk yang kongkrit, memberi tenaga buat saya”

Hmm…saya tidak benci, tidak marah dan tidak juga rindu. Biasa saja, seperti tak pernah terjadi apa-apa. Baru saya tahu apa yang dikatakan oleh sahabat saya itu benar belaka begitu mudah hati berubah, begitu rawannya hati berpaling, bila kita sejenak saja lupa siapa pemilik hati ini.

Saat Berpaling

Aku tak menyangka akan terkena virus itu. Tak tahu bagaimana aku terserang virus selingkuh ? Seperti virus influenza yang dapat menyerang siapa saja yang turun daya tahan tubuhnya. Itulah yang terjadi padaku. APakah ini pertanda turunnya daya tahan perkawinanku ?

Aku juga mulai merindukan kehadirannya. Apa pun tindakan yang kuambil tak akan kulakukan tanpa dukungan dia. Telepon, sms, dan pertemuan-pertemuan pribadipun sering kami lakukan . Bahkan untuk urusan anak-anak aku mendiskusikannya dengan dia. Diapun mampu melakukan sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab suamiku seperti mengantarkan ke dokter saat anak-anak sakit, menunggui mereka les, juga mengajaknya jalan-jalan.

Tampaknya ia memahami bahwa aku sempat menghianati dirinya. Namun ia masih memberiku kesempatan untuk membereskan urusan hatiku ini. Semua membuat aku makin menghargai dan kagum kepadanya. Kebesaran hatinya tak bisa aku lukiskan. Mataku seperti dibuka lebar atas besarnya rasa cinta suami kepadaku.

Meretas Bayangan

”Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Mencintai bukanlah bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu mengerti
Mencintai bukanlah bagaimana kamu melihat melainkan bagaimana kamu merasakan
Mencintai bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan
Perlu kamu ketahui bahwa bunga tidak mekar dalam waktu semalam
Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.”

CINTA HITAM

Seharusnya aku sudah sampai kepada keputusan untuk cerai !
Ya cerai Artinya sudah tidak akan ada lagi pertengkaran, tidak akan ada lagi saling curiga, tidak akan ada lagi amarah, dendam benci dan cinta hitam. Lupakan saja dulu kalau kita pernah saling cinta, saling sayang, saling rindu. Sekarang kita hanya terikat sebuah pernikahan yang panjang dan melelahkan.
Aku benci kamu, …, Aku jijik melihat kamu. Jangan paksa aku untuk bisa sekedar mendekati kamu. Tidak usah kamu meminta maaf atau menyesali dirimu karena itu sudah basi. Aku sudah tidak menginginkan dirimu. Aku Benci Kamu. Aku benci Kamu! (7 April 2001)

Bulir2 air mataku menetes perlahan, itu adalah awal aku mengetahui sikap dingin, beku, kejam dan mendekati bengis suamiku padaku. Aku tidak pernah menyadari kalau ternyata suamiku mengetahui segala kebusukanku dan perselingkuhan kotor itu. Rumah Tanggaku sudah terkoyak hebat dan rasanya sangat sulit untuk disatukan lagi.

Ternyata aku wanita yang kejam, wanita yang tidak punya perasaan. Aku benci laki-laki itu aku juga benci diriku sendiri. Aku berdosa telah menghinati pernikahan kami. Telah mempermainkan perasaan dan hati suamiku.
Aku telah mengotori diriku sendiri. AKu berdosa karena telah mencoba mengingkari dan melawan takdir tuhan. Cinta itu telah menjeratku pada dunia hitam yang begitu nista.
Aku menyesal menjadikan suamiku korban dari kenistaan ini. Aku berharap semua akan kembali baik, suamiku bisa memaafkan dan menerimaku kembali.

Penggalan Cerita II

Berhenti Bertanya

Saya takut menjadi tua
saya takut tidak cantik lagi
Saya takut suami saya berpaling
Saya takut hadir perempuan lain diantara kami
Saya takut suatu hari cinta antara saya dan suami akan mati
Saya takut kehilangan suami
Saya takut kehilangan cinta

Cinta sejati itu tidak usah dicari
Cinta sejati itu benar-benar sudah ada dalam hidup.
Kamu bisa saja kehilangan anak, suami, istri, harta
Tapi diri kamu tak akan pernah kehilangan Cinta …

Cinta Ajaib

Jatuh cinta, oh indahnya, akan tetapi apa jadinya, jika kita — yang sudah bersuami bahkan punya anak jatuh cinta dengan pria lain ?
”Ah mana mungkin ?” mungkin itu reaksi spontan mereka yang belum pernah merasakan peliknya jatuh cinta (lagi) bukan pada suami sendiri.
Apa kata orang perempuan bersuami kok jatuh cinta dengan pria lain, apalagi sampai berselingkuh. hmm .. pasti sudah tidak waras, alangkah nistanya perempuan kok tidak bisa menjaga diri, menjaga kesetiaan dan kemurnian cinta. Tidak bisa menjaga kesakralan perkawinan dan kekukuhan rumah tangga. Bagaimana pula perasaan suami mendapatkan istri yang tidak setia ?

Mengapa Ajaib ?
Ya ajaib karena meskipun kita tahu bahwa itu salah
Kita tak kuasa menghentikannya
Sekalipun kita tahu kita sedang berkhianat
Tetapi kita berderai-derai air mata ketika harus menghentikan dan membuang jauh rasa itu.
KIta bahkan berani selingkuh meskipun tahu pada saat yang sama kita sedang melukai hati orang-orang yang kita cintai.
Kita berani mempertaruhkan pernihkahan yang sudah kita bina ?
Kita berani mengesampingkan komitmen.

Tak Sengaja

Semuanya terjadi Tiba-tiba tanpa sengaja
Karena memang tidak ada jualan pil penumbuh rasa cinta
Darimana datangnya … konon mata turun ke hati
Tidak sesederhana itu datangnya tidak dapat ditolak walau datang pada saat tidak tepat
Bisakah kita meminimalisasi dampak buruk yang mungkin ditimbulkannya ?
Bisakah rasa dikendalikan sehingga tidak berujung pada perselingkuhan ?

Saya yakin gejala ‘jatuh cinta lagi’ tidak beda dengan saat pertama kita jatuh cinta. Kita coba sebut beberapa seperti ingin diperhatikan lebih, ingin berintereksi lebih, ingin memberi lebih dan rasa ingin-ingin lainnya di luar takaran normal.
Untuk mendapatkan yang ‘lebih’ itu kita lalu putar otak atur strategi.
Sampai akhirnya serangkaian ketidakjujuran tercipta .
Ditambah tipu serta muslihat agar pasangan kita tidak memergoki.
Dan bukan jatuh cinta namanya kalau setiap hari tidak menuntut tambah porsi.
Sedemikian rupa, rasa misterius bernama jatuh cinta itu kita manipulasi dan selanjutnya terjadilah perselingkuhan.

Jika urutan peristiwa dirunut, maka tampak jelas bahwa perselingkuhan hampir pasti bukan terjadi tanpa sengaja. Jatuh cintanya boleh lah dibilang entah karena apa ?? tetapi ketika rasa itu berkembang menjadi perselingkuhan, ternyata ada proses yang kita biarkan terjadi.
BUkan hanya dibiarkan bahkan difasilitasi !

Waspada Dini terhadap Bahaya laten Selingkuh !!!

Entry Filed under: My Diary

10 Comments Add your own

  • 1. badai  |  May 8, 2007 at 11:33 am

    Klo sy mah gak akan selingkuh, insyaA…paling2 ny@#^&ng, itu juga klo si nyai gak keberatan…ooopps…tong beja2 nya…hehe

  • 2. Irfan Permana  |  May 8, 2007 at 11:39 am

    Eh punten, klarifikasi nih….yg barusan itu comment dr sy, cuma sedang login sbg badai (si Kang Badai login di komputer sy, jadi ostosmastis nama Badai yg muncul). Anyway, itu mah just kidding, jangan masukin ati, tapi klo ada yg ujug2 nyamperin sih, knp nggak? Hehe…

  • 3. Riki Rahadian  |  May 10, 2007 at 3:26 am

    Betul kata kang irfan , ga usah dimasukin hati, straight to the point aja.🙂

  • 4. gaouz  |  October 4, 2007 at 6:28 pm

    wah…nie buku kayaknya bagus neh…buat modal gw ntar nikah dan calon istri gw … maklum gw orangnya sering kuatiran…
    kan mau bina keluarga sakinah mawaddah warahmah…
    wehehehehe…

  • 5. sussyas  |  December 14, 2007 at 1:26 am

    salam kenal
    makasih mas dah berkujung ke rumah mayaku.

  • 6. rachma sexy  |  May 23, 2008 at 4:07 pm

    Bunda tolongin sy dong biar bisa berhenti selingkuh…niat udah ada dari dulu tapi gagal mulu…sy pengen sharring ama bunda tolong kasih masukkan yang mudah di email saya dik_r4hm4@yahoo.co.id ya bunda…makasih…

    • 7. sussyas  |  December 20, 2008 at 8:52 am

      Assalamu’alaikum, mba rachmah.., saya hanya menyarankan agar mba tetap setia terhadap pasangan apapun alasannya karena sesungguhnya menikah itu bukan hanya janji terhadap pasangan kita, tetapi janji terhadap Allah, bersyukurlah apa yg telah mba pilih dan insyaAllah diridho’i oleh Allah, dan satu lagi jangan pernah merendahkan diri kita dihadapan Allah, karena berselingkuh adalah hal yang memalukan dan menjijikan, dunia ini hanya sementara, jadikan kita di alam yg abadi secantik bidadari penghuni surga karena kesetiaan. “sesungguhnya setia itu maha indah dan berbuah kebaikan”.maaf mba.., saling mengingatkan adalah bijaksana, jazakallah bil jannah, semoga mba kuat menerima cobaan dan godaan

  • 8. Kontributor  |  November 7, 2008 at 12:30 pm

    Sayangnya kok aku malah yang jadi tempat pelarian perempuan bersuami yang selingkuh.

  • 9. bri  |  December 19, 2008 at 3:24 am

    menjaga komitmen itu memang sulit………

    • 10. sussyas  |  December 20, 2008 at 9:01 am

      Assalamu’alakum, menurut saya tidak ada yang sulit mas bri..,jika kita berpegang teguh pada janji, cintailah pasangan kita karena kita mencintai Allah, insya Allah, Allah akan menjaga kita dari perbuatan kemaksiatan sampai maut memanggil, amin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: