Dosa Metropolitan

March 14, 2007 sussyas

Tiba-tiba kok inget dokter Yen yah!!!, alah kangen kali yee…, inget kebaikan sang dokter sejati, dokter yang mengobati penyakit stroke Almrh. Ibudaku tercinta, dokter yang selalu menyemangati hidup pasien-pasiennya yang cacat setelah terserang stroke.
Iseng-iseng searching di google “eh.. dapet…!!! alah ini dia.. nemu diblog seseorang yang disadur dari republika:

Dosa Metropolitan

Judul itu saya “pungut” dari Dokter Tan Shot Yen.
Suatu siang, di Bumi Serpong Damai, Tangerang, tempat praktek dia, sepasang oma-opa berobat. Oma tersebut stroke, jalannya tertatih-tatih. Ia mengeluh perut mual kalau makan.

Kontan Dokter Yen menyimpulkan, pasti makan sembarangan. “Buang makanan sampah itu,” katanya. Buat apa dikonsumsi kalau cuma jadi penyakit. Jangan makan nasi, terigu, kacang-kacangan, umbi-umbian, gula, pemanis buatan, kecap, dan saus. Ganti daging merah
dengan daging ayam atau ikan.

Dari makanan, Yen menyoal perawatan. “Mana anak Oma,” tanyanya. “Bekerja di luar kota,” ujar si Oma. Jawaban itu kontan mengaduk-aduk emosi dokter wanita yang energik tersebut. “Kalau ada pasien begini 10 saja, dokternya bisa mati duluan,” kata dia lantang.

Lalu ia meminta agar si anak disuruh bekerja di Jakarta saja. Buat apa mencari duit banyak kalau orangtua ditelantarkan. “Itu namanya ‘dosa metropolitan’ . Keliru! Masak anak butuhnya kalau mau nikah supaya direstui. Orangtua hanya dipajang untuk menerima tamu,” kata Yen.

Oma itu diam, tapi air matanya mengalir. Sebagai lansia, mungkin dia merasa yang tersisa cuma
“menghitung hari tua”. Toh disalahkan pula. Lansia itu identik dengan sakit-sakitan, tak produktif, plus kesepian. Tiada anak yang merawat, tiada kawan berbagi rasa. Ia tenggelam dalam kesedihan.

Terlebih kala Dokter Yen mengatakan bahwa anak “produk” metropolitan selalu merasa diri telah berbakti. Telah memenuhi kebutuhan makan dan sandang orangtua secara sempurna. Sopir tersedia, bisa mengantar ke mana saja. Memang, siang itu, pasangan oma-opa tadi ditemani seorang sopir. Salah besar!

“Tahu nggak, sih, anak yang berbakti pada orangtua tidak akan jauh dari rezeki. Ada saja rezeki dari Tuhan. Hidupnya dilapangkan,” kata Dokter Yen, yang ruang prakteknya terbuka sehingga puluhan pasien lain bisa nguping “kuliah”-nya. “Suruh dia kemari, biar saya ceramahin,” ia melanjutkan.

Omongan Yen benar walau pedas. Bisa jadi, kita memang acap menciptakan “dosa metropolitan” tanpa sadar. Kita kurang berkorban pada orangtua, pada lingkungan. Kebaikan itu seolah tertutup oleh ribuan selubung. Kita memburu duit karena khawatir pada masa depan yang
belum pasti.

Buntutnya, semua dikalkulasi secara materi. Mau berbuat baik pun ditindas oleh diri sendiri: “Ngapain repot-repot.” Bukannya di-support: “Kan, bisa mengurangi beban orang lain. Mengikis pementingan diri secara arif.” Bukankah ustad sering bilang: “Derajat paling tinggi dalam kedermawanan adalah mengutamakan orang lain.”

Ini adalah sebagian kecil dari kepribadian dokter Yen, beliau peduli sekali terhadap kesembuhan pasiennya, sampai hal2 kecil yg berhubungan dengan pasiennya diperhatikan misalnya dia tau persis baju2 yg alm.ibuku pakai setiap kali berobat,kalo ibuku pake baju baru dia tau, “baju baru yah bu haji, gitu dong anak harus sayang sama orang tuanya”, atau kalo aku dan kakaku mengantar pasti dia bilang “pulangnya sekalian jalan-jalan yah biar bu haji seneng” pernah juga pasiennya ada yang baru potong rambut kontan sang dokter mengomentari “nah gitu dong cek, kan gantengan dikit tuh kalo di cukur rambutnya” kakek2 cina tampak malu mesem-mesem…, pokoknya semua pasien benar2 diperhatikan dari makanannya sampai phiskologinya untuk kesembuhan si pasien…

Subhanallah….
Semoga kebaikan dokter mendapat balasan dari Allah SWT, dan semoga dokter sehat selalu sehingga dokter tetap menebar kebaikan…

Salam dari ibunda dan ayah tercintaku disurga🙂

Entry Filed under: My Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: