<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bunda Keisya</title>
	<atom:link href="http://bundakeisya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bundakeisya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Feb 2008 02:24:53 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bundakeisya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bunda Keisya</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bundakeisya.wordpress.com/osd.xml" title="Bunda Keisya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bundakeisya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengagungkan Cinta Karena Mencintai Allah</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2008/02/04/mengagungkan-sebuah-cinta-karena-mencintai-allah/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2008/02/04/mengagungkan-sebuah-cinta-karena-mencintai-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 02:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[email dari seorang teman, cerita yang mengahurukan, jadi ingat almarhum bapakku, yang begitu ikhlas merawat ibuku yang sakit, dirawatnya sampai maut menjemput&#8230; Jazakallah Bil Jannah (semoga Allah menggati semua kebaikan almarhum bapak ibuku dengan surga, amin&#8230;) Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=63&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>email dari seorang teman, cerita yang mengahurukan, jadi ingat almarhum bapakku, yang begitu ikhlas merawat ibuku yang sakit, dirawatnya sampai maut menjemput&#8230;<br />
Jazakallah Bil Jannah (semoga Allah menggati semua kebaikan almarhum bapak ibuku dengan surga, amin&#8230;)</p>
<p>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja<br />
bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun,  kesehariannya diisi<br />
dengan merawat istrinya yang sakit  istrinya juga sudah tua. Mereka menikah<br />
sudah lebih 32 tahun</p>
<p>Mereka dikarunia 4 orang anak.  Setelah istrinya melahirkan anak ke empat,<br />
disinilah awal cobaan menerpa,  tiba2 kakinya lumpuh  dan tidak bisa<br />
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh<br />
tubuhnya menjadi lemah bahkan  terasa tidak bertulang. Lidahnyapun sudah<br />
tidak bisa digerakkan  lagi.</p>
<p>Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran,  menyuapi, dan<br />
mengangkat istrinya keatas tempat tidur.  Sebelum berangkat kerja dia<br />
letakkan istrinya didepan TV  supaya istrinya tidak merasa kesepian.</p>
<p>Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat  istrinya<br />
tersenyum, untunglah tempat usaha pak Suyatno tidak  begitu jauh dari<br />
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk  menyuapi istrinya makan<br />
siang. Sorenya dia pulang memandikan  istrinya, mengganti pakaian dan<br />
selepas maghrib dia temani  istrinya nonton televisi sambil menceritakan<br />
apa2 saja yg dia  alami seharian.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa  menanggapi, pak<br />
Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu  menggoda istrinya setiap<br />
berangkat tidur.</p>
<p>Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun,  dengan sabar dia<br />
merawat istrinya bahkan sambil membesarkan  ke empat buah hati mereka.<br />
Sekarang anak2 mereka sudah dewasa  tinggal si bungsu yg masih kuliah.</p>
<p>Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang  tua mereka<br />
sambil menjenguk ibunya.  Setelah anak2 menikah, mereka tinggal dengan<br />
keluarga masing2.  Pak Suyatno sudah lama memutuskan bahwa dia yang merawat<br />
ibu anak2nya dan  yang dia inginkan hanya satu yaitu semua anaknya berhasil.</p>
<p>Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata  &#8220;Pak, kami ingin<br />
sekali merawat ibu karena semenjak kami kecil, kami  melihat bapak merawat<br />
ibu dan tidak ada sedikitpun keluhan keluar  dari bibir bapak. bahkan bapak<br />
tidak ijinkan kami menjaga ibu&#8221;. Dengan air mata berlinang anak itu<br />
melanjutkan kata2nya : &#8220;Ini sudah keempat kalinya  kami mengijinkan bapak<br />
menikah lagi,  kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati<br />
masa tua bapak. Dengan berkorban seperti ini kami tidak  tega melihat<br />
bapak, kami janji kami akan merawat ibu  bergantian&#8221;.</p>
<p>Pak Suyatno menjawab dengan jawaban yg tidak diduga anak2  mereka : &#8220;Anak2ku<br />
Jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu Mungkin  bapak akan menikah<br />
lagi, tapi ketahuilah bahwa dengan adanya ibu kalian  disampingku itu, sudah<br />
lebih dari cukup, dia telah melahirkan  kalian&#8221;……..  .. sejenak<br />
kerongkongannya tersekat, &#8220;Kalian yg selalu  kurindukan hadir didunia ini<br />
dengan penuh cinta, yang tidak  satupun dapat menggantikannya, dengan<br />
apapun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti<br />
Ini ?&#8221;…. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa   bahagia<br />
meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang&#8221;. &#8221; Kalian menginginkan bapak<br />
yg masih diberi Allah kesehatan ini,  dirawat oleh orang lain ?&#8221;   &#8220;Bagaimana<br />
dengan ibumu yg masih sakit ?&#8221;</p>
<p>Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno dan merekapun melihat   butiran2<br />
kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno…..dengan pilu  ditatapnya mata suami<br />
yg sangat dicintainya itu..</p>
<p>Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu  stasiun TV swasta<br />
untuk menjadi nara sumber di acara islami selepas shubuh, Mereka mengajukan<br />
pertanyaan kepada pak  Suyatno bagaimana caranya mampu bertahan selama 25<br />
tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2. Di saat itu pak Suyatno<br />
menangis. Tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum  perempuanpun juga<br />
tidak sanggup menahan haru.  Di situlah pak Suyatno  bercerita :&#8221; Jika<br />
manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia  tidak mencintai<br />
karena Allah, maka semuanya akan luntur.  Saya memilih istri saya menjadi<br />
pendamping hidup saya, dan  sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat<br />
saya, mencintai  saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan lahiriah saja,<br />
dan dia  memberi saya 4 orang anak yg lucu2..&#8221;</p>
<p>Sekarang dia sakit, berkorban untuk saya, karena Allah….. dan itu   merupakan<br />
ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari  penggantinya apalagi dia<br />
sakit.  Setiap malam saya bersujud  dan menangis dan saya dapat bercerita<br />
kepada Allah.  Di atas sajadah.. saya yakin…. hanya kepada Allah saya<br />
percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=63&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2008/02/04/mengagungkan-sebuah-cinta-karena-mencintai-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/12/14/62/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/12/14/62/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 01:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/12/14/62/</guid>
		<description><![CDATA[Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=62&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=62&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/12/14/62/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Tujuh Tahun Bersama</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/09/10/indahnya-tujuh-tahun-bersama/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/09/10/indahnya-tujuh-tahun-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 08:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/09/10/indahnya-tujuh-tahun-bersama/</guid>
		<description><![CDATA[Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang suami bangga berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya. Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=61&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang suami  bangga<br />
berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya<br />
dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku<br />
Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku</p>
<p>Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.<br />
Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat<br />
banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja</p>
<p>Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan<br />
pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.<br />
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat<br />
mengatakan<br />
&#8220;Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku<br />
seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna&#8221;.<br />
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat<br />
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.</p>
<p>Amien.</p>
<p>Mas,&#8230;<br />
Belum banyak yang saya berikan<br />
Pengabdian sebagai seorang istri dan seorang ibu</p>
<p>Saya berharap kita tetap bersama membangun cita-cita kita<br />
Bersama menghantarkan anak-anak kita bahagia<br />
Bersama membangun surga kecil</p>
<p>Tetap menjaga cinta kita<br />
Tetap menyempurnakan cinta kita<br />
Tetap ingat janji kita kepada Tuhan<br />
Sampai maut memanggil&#8230;.<br />
Amin&#8230;</p>
<p>8 September 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=61&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/09/10/indahnya-tujuh-tahun-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Terbagi</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/jangan-pernah-terbagi/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/jangan-pernah-terbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 08:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/jangan-pernah-terbagi/</guid>
		<description><![CDATA[Hati terkadang cinta Dan terkadang benci, Karena memang hati manusia ada diantara Dua jemari Allah ta&#8217;ala, Dialah yang membolak-balik kan hati ini. Aku berusaha Menjaga hati ini Jangan pernah terbagi Walaupun sebiji dzarah<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=60&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati terkadang cinta<br />
Dan terkadang benci,<br />
Karena memang hati manusia ada diantara<br />
Dua jemari Allah ta&#8217;ala, Dialah yang membolak-balik kan hati ini.</p>
<p>Aku berusaha Menjaga hati ini<br />
Jangan pernah terbagi<br />
Walaupun sebiji dzarah</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=60&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/jangan-pernah-terbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Jaluku</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/selamat-ulang-tahun-jaluku/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/selamat-ulang-tahun-jaluku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 06:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/selamat-ulang-tahun-jaluku/</guid>
		<description><![CDATA[Gengam Duniamu&#8230; Jadikan hidupmu penuh Makna Manfaat dan Berguna Sayang&#8230;.. Berpikir bijaksana Berpikir jernih Jangan takut menagis Jangan takut mengatakan MAAF Jadikan dirimu lelaki sejati Dan Takut Tuhan&#8230;. Selamat Ulang tahun sayang Gengam sejuta asa Sun sayang dari mama 15&#8217;06&#8217;07<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=59&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gengam Duniamu&#8230;<br />
Jadikan hidupmu penuh Makna<br />
Manfaat dan Berguna<br />
Sayang&#8230;..</p>
<p>Berpikir bijaksana<br />
Berpikir jernih<br />
Jangan takut menagis<br />
Jangan takut mengatakan MAAF</p>
<p>Jadikan dirimu lelaki sejati<br />
Dan Takut Tuhan&#8230;.</p>
<p>Selamat Ulang tahun sayang<br />
Gengam sejuta asa</p>
<p>Sun sayang dari mama<br />
15&#8217;06&#8217;07</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=59&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/20/selamat-ulang-tahun-jaluku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Bidadari Kecilku</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/07/selamat-ulang-tahun-bidadari-kecilku/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/07/selamat-ulang-tahun-bidadari-kecilku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2007 07:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/07/selamat-ulang-tahun-bidadari-kecilku/</guid>
		<description><![CDATA[Buka matamu&#8230; Tatap dunia kecilmu Sambut dengan senyum Tangismu&#8230;. Tawamu&#8230;. Akan menghiasi hidupmu yang berwarna Genggam sejuta Asa Siapkan hatimu Selamat Ulang Tahun sayang Jadikan dirimu bidadari kecilku Manfaat dan berguna untuk sesama Cantikkan&#8230; Cahayakan hatimu sayang&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=55&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buka matamu&#8230;<br />
Tatap dunia kecilmu<br />
Sambut dengan senyum</p>
<p>Tangismu&#8230;.<br />
Tawamu&#8230;.<br />
Akan menghiasi hidupmu yang berwarna</p>
<p>Genggam sejuta Asa<br />
Siapkan hatimu</p>
<p>Selamat Ulang Tahun sayang<br />
Jadikan dirimu bidadari kecilku<br />
Manfaat dan berguna untuk sesama<br />
Cantikkan&#8230;<br />
Cahayakan<br />
hatimu sayang&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=55&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/06/07/selamat-ulang-tahun-bidadari-kecilku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PP No. 10 Th. 2000</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/15/pp-no-10-th-2000/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/15/pp-no-10-th-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2007 08:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[GIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/15/pp-no-10-th-2000/</guid>
		<description><![CDATA[Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 19 Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah. Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945; 2. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 115, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=53&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Menimbang :<br />
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 19 Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah. </p>
<p>Mengingat :<br />
1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;<br />
2. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501) </p>
<p>MEMUTUSKAN: </p>
<p>Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH.<br />
<span id="more-53"></span><br />
BAB I<br />
KETENTUAN UMUM </p>
<p>Pasal 1 </p>
<p>Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : </p>
<p>1. Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di atas maupun di bawah per-mukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu.<br />
2. Skala peta adalah angka perbandingan antara jarak dua titik di atas peta dengan jarak tersebut di muka bumi.<br />
3. Ketelitian peta adalah ketepatan, kerincian dan kelengkapan data dan atau informasi georeferensi dan tematik.<br />
4. Peta dasar adalah peta yang menyajikan unsur-unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di permukaan bumi, digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala, penomoran, proyeksi dan georeferensi tertentu.<br />
5. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya, yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan pada aspek administratif dan atau aspek fungsional.<br />
6. Peta wilayah adalah peta yang berdasarkan pada aspek administratif yang diturunkan dari peta dasar.<br />
7. Peta tematik wilayah adalah peta wilayah yang menyajikan data dan informasi tematik.<br />
8. Peta rencana tata ruang wilayah adalah peta wilayah yang menyajikan hasil perencanaan tata ruang wilayah.<br />
9. Instansi yang bertanggung jawab adalah instansi yang bertanggung jawab di bidang pemetaan.<br />
10. Instansi yang mengadakan peta tematik wilayah adalah instansi baik di tingkat pusat maupun daerah, yang tugas dan fungsinya mengadakan peta tematik wilayah.<br />
 BAB II<br />
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN </p>
<p>Pasal 2 </p>
<p>Peraturan Pemerintah ini mengatur tingkat ketelitian berbagai jenis peta yang digunakan untuk penyusunan peta rencana tata ruang wilayah dan tingkat ketelitian peta rencana tata ruang wilayah. </p>
<p>Pasal 3 </p>
<p>Tujuan pengaturan tingkat ketelitian peta untuk penataan ruang wilayah, dimaksudkan untuk mewujudkan kesatuan sistem penya-jian data dan informasi penataan ruang wilayah. </p>
<p>BAB III<br />
JENIS PETA DAN TINGKAT KETELITIAN<br />
PETA RENCANA TATA RUANG WILAYAH </p>
<p>Bagian Pertama<br />
Umum </p>
<p>Pasal 4 </p>
<p>(1) Jenis peta, meliputi:<br />
a. peta dasar;<br />
b. peta wilayah; dan<br />
c. peta tematik wilayah. </p>
<p>(2) Jenis peta harus memiliki karakteristik ketelitian peta yang pasti.<br />
(3) Karakteristik ketelitian peta menjadi dasar ketelitian bagi pembuatan peta rencana tata ruang wilayah. </p>
<p>Pasal 5 </p>
<p>Tingkat ketelitian peta untuk penataan ruang wilayah ditentukan berdasarkan pada skala minimal yang diperlukan untuk merekonstruksi informasi pada peta di muka bumi. </p>
<p>Bagian Kedua<br />
Jenis Peta </p>
<p>Pasal 6 </p>
<p>(1) Peta dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a, menggunakan sistem referensi menurut ketentuan Datum Geodesi Nasional 1995, sistem proyeksi Transverse Mercator (TM) dengan sistem grid Universal Transverse Mercator (UTM) dan sistem penomoran lembar peta secara nasional. </p>
<p>(2) Peta dasar digunakan sebagai dasar bagi pembuatan peta wilayah. </p>
<p>Pasal 7 </p>
<p>Peta wilayah digunakan sebagai dasar bagi pembuatan peta tematik wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah. </p>
<p>Pasal 8 </p>
<p>(1) Peta tematik wilayah digambarkan berdasarkan pada kriteria, klasifikasi dan spesifikasi unsur-unsur tematik yang ditetapkan oleh instansi yang mengadakan peta tematik wilayah.<br />
(2) Peta rencana tata ruang wilayah digambarkan dengan unsur-unsur peta wilayah dan unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah. </p>
<p>Bagian Ketiga<br />
Tingkat Ketelitian Peta Rencana<br />
Tata Ruang Wilayah </p>
<p>Paragraf 1 </p>
<p>Umum </p>
<p>Pasal 9 </p>
<p>(1) Peta rencana tata ruang wilayah meliputi tingkat ketelitian peta untuk: </p>
<p>a. peta rencana tata ruang wilayah nasional;<br />
b. peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi;<br />
c. peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten; dan<br />
d. peta rencana tata ruang wilayah daerah kota. </p>
<p>(2) Tingkat ketelitian peta sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diwujudkan dengan tingkatan skala peta rencana tata ruang wilayah. </p>
<p>Paragraf 2<br />
Tingkat Ketelitian Peta Rencana<br />
Tata Ruang Wilayah Nasional </p>
<p>Pasal 10 </p>
<p>Peta rencana tata ruang wilayah nasional menggunakan peta wilayah negara Indonesia dan peta tematik wilayah dengan tingkat ketelitian peta pada skala yang sama. </p>
<p>Pasal 11 </p>
<p>(1) Peta wilayah negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, berpedoman pada tingkat ketelitian minimal berskala 1:1.000.000. </p>
<p>(2) Peta wilayah negara Indonesia dengan skala 1:1.000.000 meliputi unsur-unsur: </p>
<p>a. garis pantai;<br />
b. hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai,<br />
danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar<br />
minimal 125 meter;<br />
c. permukiman, berupa kota;<br />
d. jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan<br />
kereta api, jalan lain, bandar udara, pelabuhan;<br />
e. batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kota; dan<br />
f. nama-nama unsur geografis. </p>
<p>Pasal 12 </p>
<p>Unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran I Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 13 </p>
<p>(1) Peta rencana tata ruang wilayah nasional digambarkan dalam peta wilayah negara Indonesia.<br />
(2) Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah nasional, meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, kawasan tertentu, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas. </p>
<p>Pasal 14 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran VII Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Paragraf 3<br />
Tingkat Ketelitian Peta Rencana<br />
Tata Ruang Wilayah Daerah Propinsi </p>
<p>Pasal 15 </p>
<p>Peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi menggunakan peta wilayah daerah propinsi dan peta tematik wilayah dengan tingkat ketelitian peta pada skala yang sama. </p>
<p>Pasal 16 </p>
<p>(1) Peta wilayah daerah propinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, berpedoman pada tingkat ketelitian minimal berskala 1: 250.000.<br />
(2) Peta wilayah daerah propinsi dengan skala 1:250.000 meliputi unsur-unsur:<br />
a. garis pantai;<br />
b. hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai,<br />
danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar<br />
minimal 35 meter;<br />
c. permukiman;<br />
d. jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan<br />
kereta api, jalan lain, bandar udara, pelabuhan;<br />
e. batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kota;<br />
f. garis kontur, dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 125 meter;<br />
g. titik tinggi; dan<br />
h. nama-nama unsur geografis. </p>
<p>Pasal 17 </p>
<p>Unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran II Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 18 </p>
<p>(1) Peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi digambarkan dalam peta wilayah daerah propinsi.<br />
(2) Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi, meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, kawasan tertentu, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas. </p>
<p>Pasal 19 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran VIII Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 20 </p>
<p>(1) Dalam hal wilayah daerah propinsi yang bentangan wilayahnya sempit dapat digunakan peta wilayah dengan skala 1:100.000 atau skala 1:50.000.<br />
(2) Peta wilayah daerah propinsi yang menggunakan skala 1:100.000, untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) dan Pasal 24.<br />
(3) Peta wilayah daerah propinsi yang menggunakan skala 1:50.000, untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dan Pasal 31. </p>
<p>Pasal 21 </p>
<p>(1) Dalam hal peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi digambarkan dalam peta wilayah daerah propinsi yang menggunakan skala 1:100.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (2), untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dan Pasal 26. </p>
<p>(2) Dalam hal peta rencana tata ruang wilayah daerah propinsi digambarkan dalam peta wilayah daerah propinsi yang menggu-nakan skala 1:50.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (3), untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dan Pasal 33. </p>
<p>Paragraf 4<br />
Tingkat Ketelitian Peta Rencana<br />
Tata Ruang Wilayah Daerah Kabupaten </p>
<p>Pasal 22 </p>
<p>Peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten menggunakan peta wilayah daerah kabupaten dan peta tematik wilayah dengan tingkat ketelitian peta pada skala yang sama. </p>
<p>Pasal 23 </p>
<p>(1) Peta wilayah daerah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 berpedoman pada tingkat ketelitian minimal berskala 1:100.000.<br />
(2) Peta wilayah daerah kabupaten dengan skala 1:100.000 unsur-unsurnya meliputi:<br />
a. garis pantai;<br />
b. hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 15 meter;<br />
c. permukiman;<br />
d. jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lain, jalan kereta api, bandar udara dan pelabuhan; bandar udara digambarkan sesuai dengan skala;<br />
e. batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas wilayah daerah kota, batas kecamatan;<br />
f. garis kontur, dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 50 meter;<br />
g. titik tinggi; dan<br />
h. nama-nama unsur geografis. </p>
<p>Pasal 24 </p>
<p>Unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 25 </p>
<p>(1) Peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten digambarkan dalam peta wilayah daerah kabupaten.<br />
(2) Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas. </p>
<p>Pasal 26 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran IX Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 27 </p>
<p>(1) Dalam hal wilayah daerah kabupaten yang bentangan wilayahnya sempit dapat menggunakan peta wilayah dengan skala 1:50.000 atau skala 1:25.000.<br />
(2) Peta wilayah daerah kabupaten yang menggunakan skala 1:50.000, untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dan Pasal 31.<br />
(3) Peta wilayah daerah kabupaten yang menggunakan skala 1:25.000, untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dan Pasal 33. </p>
<p>Pasal 28 </p>
<p>(1) Dalam hal peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten digambarkan dalam peta yang menggunakan skala 1:50.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2), untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. </p>
<p>(2) Dalam hal peta rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten digambarkan dalam peta wilayah daerah kabupaten yang menggunakan skala 1:25.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3), untuk unsur-unsur dan penggambarannya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. </p>
<p>Paragraf 5<br />
Tingkat Ketelitian Peta Rencana<br />
Tata Ruang Wilayah Daerah Kota </p>
<p>Pasal 29 </p>
<p>Peta rencana tata ruang wilayah daerah kota menggunakan peta wilayah daerah kota dan peta tematik wilayah dengan tingkat ketelitian peta pada skala yang sama. </p>
<p>Pasal 30 </p>
<p>(1) Peta wilayah daerah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, berpedoman pada tingkat ketelitian minimal berskala 1:50.000.<br />
(2) Peta wilayah daerah kota dengan skala 1:50.000, unsur-unsurnya meliputi:<br />
a. garis pantai;<br />
b. hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 7 meter;<br />
c. permukiman;<br />
d. jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lain, jalan kereta api, jalan setapak, bandar udara dan pelabuhan; bandar udara digambarkan sesuai dengan skala;<br />
e. batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kota, batas kecamatan;<br />
f. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai keli-patan 25 meter;<br />
g. titik tinggi; dan<br />
h. nama-nama unsur geografis. </p>
<p>Pasal 31 </p>
<p>Unsur-unsur peta wilayah daerah kota dengan skala 1:50.000, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran IV Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 32 </p>
<p>(1) Peta rencana tata ruang wilayah daerah kota digambarkan dalam peta wilayah daerah kota.<br />
(2) Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kota meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas. </p>
<p>Pasal 33 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran X Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 34 </p>
<p>(1) Dalam hal wilayah daerah kota yang bentangan wilayahnya sempit, dapat digunakan peta wilayah dengan skala 1:25.000 atau skala 1:10.000.<br />
(2) Peta wilayah daerah kota yang menggunakan peta wilayah dengan skala 1:25.000 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), unsur-unsurnya meliputi:<br />
a. garis pantai;<br />
b. hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai, terusan, saluran air, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 5 meter;<br />
c. permukiman;<br />
d. jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, jalan lain, jalan setapak, jalan kereta api, bandar udara dan pelabuhan;<br />
f. batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kota, batas kecamatan, batas kelurahan;<br />
g. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 12,5 meter;<br />
h. titik tinggi; dan<br />
i. nama-nama unsur geografis. </p>
<p>Pasal 35 </p>
<p>Unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2), digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran V Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 36 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kota yang menggunakan skala 1:25.000, meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas. </p>
<p>Pasal 37 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran XI Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 38 </p>
<p>Peta wilayah daerah kota yang menggunakan peta wilayah dengan skala 1:10.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1), unsur-unsurnya meliputi:<br />
a. garis pantai;<br />
b. hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai, terusan, saluran<br />
air, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 1,5 meter;<br />
c. permukiman;<br />
d. jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, jalan lain, jalan<br />
setapak, jalan kereta api, bandar udara, pelabuhan;<br />
e. batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas<br />
kota, batas kecamatan, batas desa;<br />
f. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 5 meter;<br />
g. titik tinggi; dan<br />
h. nama-nama unsur geografis. </p>
<p>Pasal 39 </p>
<p>Unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran VI Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>Pasal 40 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kota yang menggunakan skala 1:10.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39, meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas. </p>
<p>Pasal 41 </p>
<p>Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah daerah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, digambarkan dengan simbol dan atau notasi pada Lampiran XII Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>BAB IV<br />
PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS </p>
<p>Pasal 42 </p>
<p>(1) Pengadaan peta wilayah negara Indonesia, peta wilayah daerah propinsi, peta wilayah daerah kabupaten dan peta wilayah daerah kota diselenggarakan oleh instansi yang bertanggung jawab.<br />
(2) Pengadaan peta wilayah daerah propinsi, peta wilayah daerah kabupaten dan peta wilayah daerah kota dapat diselenggarakan oleh instansi terkait di daerah dengan mengikuti ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini.<br />
(3) Pengadaan peta tematik wilayah diselenggarakan oleh instansi yang mengadakan peta tematik wilayah. </p>
<p>Pasal 43 </p>
<p>(1) Pembinaan teknis untuk memelihara kualitas peta wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah diselenggarakan oleh instansi yang bertanggung jawab.<br />
(2) Pembinaan teknis untuk memelihara kualitas peta tematik wilayah diselenggarakan oleh instansi yang mengadakan peta tematik wilayah. </p>
<p>Pasal 44 </p>
<p>Pembinaan teknis dilakukan melalui pengembangan keterpaduan sistem jaringan dalam pemetaan untuk penataan ruang wilayah dengan menggunakan sistem informasi geografis nasional sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. </p>
<p>BAB V<br />
PERAN SERTA MASYARAKAT </p>
<p>Pasal 45 </p>
<p>(1) Masyarakat berhak mengetahui peta wilayah melalui katalog peta wilayah yang disusun oleh instansi yang bertanggung jawab.<br />
(2) Masyarakat berhak mengetahui peta tematik wilayah melalui katalog peta tematik wilayah yang disusun oleh instansi yang mengadakan peta tematik wilayah. </p>
<p>Pasal 46 </p>
<p>Masyarakat dapat berperan serta memberikan data dan informasi dalam pembuatan peta dasar, peta wilayah dan peta tematik wilayah. </p>
<p>BAB VI<br />
KETENTUAN LAIN </p>
<p>Pasal 47 </p>
<p>Simbol dan atau notasi unsur-unsur peta rencana tata ruang yang belum diatur dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini, diatur lebih lanjut dengan keputusan instansi yang bertanggung jawab dengan mempertimbangkan masukan dari instansi terkait. </p>
<p>Pasal 48 </p>
<p>Untuk penyusunan peta rencana tata ruang kawasan, unsur-unsurnya menggunakan simbol dan atau notasi sesuai dengan tingkatan ketelitian dan skala peta wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah. </p>
<p>BAB VII<br />
KETENTUAN PERALIHAN </p>
<p>Pasal 49 </p>
<p>(1) Pada saat mulai berlakunya Peraturan Pemerintah ini, maka semua peta wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah yang telah ada harus disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini.<br />
(2) Penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diselesaikan selambat-lambatnya dalam tiga tahun setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini. </p>
<p>BAB VIII<br />
KETENTUAN PENUTUP </p>
<p>Pasal 50 </p>
<p>Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. </p>
<p>Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. </p>
<p>Ditetapkan di Jakarta<br />
pada tanggal 21 Pebruari 2000 </p>
<p>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, </p>
<p>ttd </p>
<p>ABDURRAHMAN WAHID </p>
<p>Diundangkan di Jakarta<br />
pada tanggal 21 Pebruari 2000 </p>
<p>Pj. SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA, </p>
<p>BONDAN GUNAWAN </p>
<p>LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2000 NOMOR 20 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=53&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/15/pp-no-10-th-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayam Fillet Tempura  Tabur Wijen</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/11/ayam-fillet-tempura-tabur-wijen/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/11/ayam-fillet-tempura-tabur-wijen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 02:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dapurku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/11/ayam-fillet-tempura-tabur-wijen/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa upik abu pagi-pagi buta sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan, memu makan siang AA dan ayah dikantor, bawaan bekal si kecil keisya, cemilan buat nanti sore. Bingung menu makan siang buat para kekasih apa yah, buka kulkas ajaib, wah ada ayam fillet, sepertinya enak dibuat tempura tabur wijen, hmm&#8230; nyami&#8230; nyami, dah ngiler duluan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=52&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa upik abu pagi-pagi buta sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan, memu makan siang AA dan ayah dikantor, bawaan bekal si kecil keisya, cemilan buat nanti sore. Bingung menu makan siang buat para kekasih apa yah, buka kulkas ajaib, wah ada ayam fillet, sepertinya enak dibuat tempura tabur wijen, hmm&#8230; nyami&#8230; nyami, dah ngiler duluan.</p>
<p>Bahan:<br />
- 250 gr ayam fillet/ayam tanpa tulang (potong panjang)<br />
- 5 sdm tepung terigu<br />
- 5 sdm tepung roti kasar<br />
- 2 sdt wijen<br />
- 1/2 sdt garam<br />
- 1/2 bukus royco<br />
- 1 butir telur<br />
- 50 gr keju untuk taburan<br />
- minyak untuk menggoreng<br />
<span id="more-52"></span><br />
Bahan untuk Saos:<br />
- 3 sdm mayonaise<br />
- 1 sdm susu kental manis rasa vanilla<br />
- 1 sdm saos tomat<br />
campur semuanya</p>
<p>Cara Membuatnya:<br />
- sebelum masak jangan lupa berdo&#8217;a dulu kali yah, biar masaknya enak, berkah, tentunya  menjadikan hallal<br />
- kemudian siapkan bahan-bahan<br />
- cuci ayam fillet yang bersih, rendam dengan garam beberapa menit,<br />
- kocok telur sebentar<br />
- masukkan kocokkan telur ke dalam ayam fillet<br />
- masukkan royco campur dengan tepung terigu aduk rata<br />
- Tebar wijen kedalam adonan<br />
- gulingkan ayam fillet kedalam tepung roti kasar<br />
- panaskan minyak dengan api kecil<br />
- goreng sampai matang diatas api kecil, biar matangnya sempurna dan tepungnya tidak hangus.<br />
- angkat dan dingingkan<br />
- parut keju diatas ayam kemudian siram dengan saos mayonaise<br />
- sajikan dengan kentang goreng</p>
<p>hmm&#8230; pasti ketagihan<br />
silakan mencoba tempura ala bunda keisya kerasa deh wijennya<br />
ayam fillet bisa diganti dengan udang</p>
<p>&#8220;Jadikan semua pekerjaan adalah ladang ibadah termasuk memasak&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=52&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/11/ayam-fillet-tempura-tabur-wijen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Putus Asa Dalam Berdo&#8217;a</title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 09:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu&#8221; Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=51&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu&#8221;</p>
<p>Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.</p>
<p>Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:<br />
<span id="more-51"></span><br />
<strong>Pertama</strong>, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.</p>
<p>Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, &#8220;Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta&#8217;ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya. Tetapi jika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya. &#8220;</p>
<p>Wacana di atas dilanjutkan:</p>
<p><strong>Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.</strong></p>
<p>Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :<br />
Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu. </p>
<p>Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata, menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.</p>
<p>Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya.(HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).</p>
<p>Dalam hadits lain disebutkan, Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Dalam menafsiri suatu ayat Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: Maka hendaknya kalian berdua istiqamah, maksudnya adalah tidak tergesa-gesa. Sedangkan ayat, Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:</p>
<p>Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.</p>
<p>Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.</p>
<p>Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij&#8217;itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:</p>
<p>Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.</p>
<p>Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap merasa hina di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina .</p>
<p>Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:</p>
<p>Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu.</p>
<p>Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=51&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/48/</link>
		<comments>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/48/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 08:24:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sussyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/48/</guid>
		<description><![CDATA[cinta sejati-ku, kedekatan dengan Mu akan membuatku menuju ketiadaan: hingga seribu satu kematian lebih kusukai ketimbang perpisahan dari wajah-Mu, hingga persatuan diriku dengan diri-Mu akan mengubah duriku menjadi mawar, hingga takkan mungkin memenangkan hati-Mu tanpa kehilangan hatiku sendiri, hingga Engkaulah langitku dan akulah bumi, yang terpana hatiku laksana gulungan kertas yang merentang tanpa ujung menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=48&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>cinta sejati-ku,<br />
kedekatan dengan Mu<br />
akan membuatku menuju ketiadaan:</p>
<p>hingga seribu satu kematian lebih kusukai<br />
ketimbang perpisahan dari wajah-Mu,</p>
<p>hingga persatuan diriku dengan diri-Mu<br />
akan mengubah duriku menjadi mawar,</p>
<p>hingga takkan mungkin memenangkan hati-Mu<br />
tanpa kehilangan hatiku sendiri,</p>
<p>hingga Engkaulah langitku<br />
dan akulah bumi, yang terpana</p>
<p>hatiku laksana gulungan kertas<br />
yang merentang tanpa ujung menuju keabadian,<br />
tertulis dari awal sampai akhir,<br />
&#8220;Jangan tinggalkan aku !&#8221;</p>
<p>-Jalaluddin Rumi-</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bundakeisya.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bundakeisya.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundakeisya.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundakeisya.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundakeisya.wordpress.com&amp;blog=805383&amp;post=48&amp;subd=bundakeisya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundakeisya.wordpress.com/2007/05/10/48/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a8c37738af2e80c7eefdf0281f455a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
